Analisis/Review Kritis Substansi Artikel tentang Positivisme dan Post-positivisme, beserta Karakteristiknya
Haloooo readers, pada kesemapatan kali ini saya akan mereview sebuah artikel yang berjudul "Positivist Misconceptions of Science and the Search for Viable Solutions" selamat membaca
Positivist Misconceptions of
Science and the Search for Viable Solutions
(Sumber : Link Artikel)
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk merevisi
definisi sains yang masih dipengaruhi oleh paradigma positivistic, dimana sains
cenderung didefiniskan sebagai ilmu alam
(natural sciences) atau hard science yang didalamnya terdiri dari
biologi, fisika, kimia dan matematika, dimana hard science dianggap
lebih tinggi kedudukannya dibandingkan ilmu sosial dan humaniora (soft
science). Artikel ini berupaya untuk merevisi definisi sains dengan mengintegrasikan
sains dengan humaniora dan ilmu sosial.
2. Metode Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode studi literatur atau analisis literatur dengan
pendekatan kualitatif. Dimana artikel penelitian ini bukan penelitian empiris
namun berupa kajian konseptual dan teoritis dengan melakukakan analisis yang
cukup kritis tentang bagaimana sains diartikan untuk mengkritisi tentang
paradigma positivistik dalam hal mendefinisikan sains.
3. Hasil
Hasil dalam penelitian ini adalah
mendapatkan fakta bahwa definisi sains kurang meluas dan terlalu sempit karena
berdasar oleh paradigma positivistik yang menempatkan sains hanya sebagai ilmu
alam dan menyingkirkan ilmu sosial humaniora yang ada di dalamnya. Dalam artikel
ini juga didapatkan fakta jika pemisahan antara hard sciences (fisika,
kimia, biologi) dan soft sciences (sosial, humaniora) sudah tidak
relevan lagi dengan masalaha kehidupan dunia nyata yang cenderung kompleks.
Adanya konsep two cultures dimana sains dan humaniora harus dipisahkan
serta konsep science wars yang memperdebatkan antara sains alam dengan
sosial konstruktivis semakin memperparah jarak pemisahan antara ilmu alam dan
sosial dan akan menghambat kolaborasi lintas displin ilmu, padahal ilmu sosial
dalam metode quasi experiment nya dapat menjadi penghubung karena
didalamnya terdapat metode kuantitaif (ilmu alam) dan metode kualitatif
(humaniora)
4. Kesimpulan
Dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa definisi sains perlu direvisi, sains tidak hanya terbatas
pada paradigma positivisme dan ilmu alam namun didalamnya juga terdapat ilmu
sosial dan humaniora. dengan memahami sains secara lebih luas maka paradigma
lain juga dapat diakui sebagai ilmiah. Dengan adanya kolaborasi interdispilin
anatara ilmu alam dan sosial yang akan meperkuat peran sains dalam mengatasi
permasalah global serta dapat meningkatkan sumber daya riset,
5. Kelebihan Penelitian
· Masalah
yang dangkat sangat relevan dan kontekstual karena mengaitkan fisika dengan masalah
yang nyata seperti energi bersih, rasisme lingkungan, akses ke teknologi
· Mampu
membrikan kritik yang membangun tentang positivisme sehingga dapat membuka
pandangan menjadi luas
6. Keterbatasan Penelitian
· Penelitian
yang dilakukan tebatas hanya pada kelas fisika disuatu sekolah
· Data yang
diperoleh tidak empiris hanya terbatas pada argument konseptual
· Penelitian
ini hanya berfokus pada dunia barat saja seperti Amerika Serikat dan lain
sebagainya tanpa memandang prespektif dunia selain dunia barat
7. Novelty (Kebaruan)
· digunakannya
proyek tentang energi surya yang dilakukan secara berkelompok sebagai bentuk
pengintegrasian sains, sosial, dan lingkungan
· Membuktikan
bahwa ilmu fisika tidak hanya sebgai ilmu yang digunakan untuk menyalurkan
konsep, rumus, dan teori namun sebagai sarana interaksi antar kelompok
Komentar
Posting Komentar