Penelitian KUANTITATIF eksperimental: Sejarah, karakteristik, ancaman validitas, dan tahapan penelitian
Dhinar Asri Intantri/250321803853
Threats to Internal Validity in Multiple-Baseline Design Variations
(Sumber : Klik Disini)
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
dan mengkritisi asumsi bahwa desain multiple baseline nonconcurrent kurang
valid dibandingkan concurrent, serta mengidentifikasi cara bagaimana keduanya
mengontrol ancaman validitas internal (maturation, testing/session experience,
coincidental events).
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Analisis
metodologis dan konseptual (literature-based critical analysis). Penulis
meninjau sejarah, teori, dan membandingkan fitur kontrol internal validity pada
berbagai variasi multiple baseline.
3. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan kedua desain (concurrent dan nonconcurrent) sama-sama mampu
mengontrol ancaman maturasi dan pengalaman sesi.
Untuk ancaman “coincidental events”, kritik bahwa nonconcurrent lebih lemah
tidak sepenuhnya benar. Replicated within-tier comparisons dengan lag waktu
yang cukup bisa lebih kuat dibanding sekadar across-tier comparison.
Across-tier comparisons dalam desain concurrent juga punya keterbatasan: asumsi
bahwa peristiwa luar (extraneous events) akan memengaruhi semua tier seragam
sering kali tidak realistis.
4. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini
adalah tidak ada dasar metodologis yang kuat untuk menyatakan desain
nonconcurrent lebih lemah.
Kontrol validitas internal terutama harus bertumpu pada replicasi within-tier
dengan lag yang memadai dalam dimensi (jumlah hari, jumlah sesi, dan tanggal
kalender).
Disarankan redefinisi multiple baseline agar memasukkan tiga dimensi lag
tersebut sebagai syarat metodologis.
5. Kelebihan Penelitian
·
Analisis
komprehensif, historis, dan sistematis.
·
Menawarkan
redefinisi desain multiple baseline yang lebih preskriptif dan praktis.
·
Mengoreksi
miskonsepsi yang sudah mengakar dalam literatur dan buku teks.
6. Keterbatasan Penelitian
·
Tidak
menyajikan data empiris baru (bersifat konseptual/teoretis).
·
Aplikasi
praktis untuk penelitian applied behavior analysis masih perlu diuji secara
empiris.
·
Masih
membutuhkan validasi lewat studi simulasi atau meta-analisis untuk mengukur
efektivitas rekomendasi
7.
Novelty
Pada penelitian-penelitan sebelunya
telah banyak dilakukan penelitian sejenis seperti : penelitian dengan judul “How
Many Tiers Do We Need? Type I Errors and Power in Multiple Baseline Designs”
serta menawarkan redefinisi multiple baseline yang mencakup tiga dimensi lag
(real time, jumlah hari, jumlah sesi) sebagai standar baru.
Daftar
Referensi
Kennedy, C. H. (2022).
The Nonconcurrent Multiple-Baseline Design: It is What it is and Not Something
Else. In Perspectives on Behavior Science (Vol. 45, Issue 3, pp.
647–650). Springer Science and Business Media Deutschland GmbH.
https://doi.org/10.1007/s40614-022-00343-0
Lanovaz, M. J., &
Turgeon, S. (2020). How Many Tiers Do We Need? Type I Errors and Power in
Multiple Baseline Designs. Perspectives on Behavior Science, 43(3),
605–616. https://doi.org/10.1007/s40614-020-00263-x
Morin, K. L.,
Lindström, E. R., Kratochwill, T. R., Levin, J. R., Blasko, A., Weir, A.,
Nielsen-Pheiffer, C. M., Kelly, S., Janunts, D., & Hong, E. R. (2024).
Nonconcurrent Multiple-Baseline and Multiple-Probe Designs in Special
Education: A Systematic Review of Current Practice and Future Directions. In Exceptional
Children (Vol. 90, Issue 2, pp. 126–147). SAGE Publications Inc.
https://doi.org/10.1177/00144029231165506
Slocum, T. A.,
Pinkelman, S. E., Joslyn, P. R., & Nichols, B. (2022). Threats to Internal
Validity in Multiple-Baseline Design Variations. Perspectives on Behavior
Science. https://doi.org/10.1007/s40614-022-00326-1
Komentar
Posting Komentar