Pemilihan masalah penelitian, dan pertanyaan penelitian
Review Artikel 3
Developing research questions in
conversation with the literature: operationalization & tool support
(Sumber : Link Artikel)
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab
tantangan dalam perumusan pertanyaan penelitian (research question scoping, RQ
Scoping), khususnya di bidang Empirical Software Engineering (ESE). penulis
menyoroti bahwa peneliti sering kesulitan menentukan pertanyaan penelitian
sejak awal karena masalah dan solusi berkembang secara bertahap. Oleh karena
itu, mereka memperkenalkan konsep RQ Scoping yang iteratif, mirip dengan Agile
development, dengan dukungan alat bantu.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan
yang digunakan adalah konseptual, metodologis
menyusun kerangka teoritis tentang RQ Scoping. Dimana penelitian ini
terinspirasi dari Agile Software Development serta menggunakan CGAR (Context, Goal,
Artifact, Requirement) untuk merumuskan design research questions. Pada penelitian
ini alat dikembangkan menggunakan proof of concept bernama FRAMEndeley (plugin
pada Mendeley) untuk mendukung proses RQ Scoping. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan
melalui focus group dengan mahasiswa doktoral yang menggunakan FRAMEndeley
minimal 4 bulan
3. Hasil
Hasil dari penelitian ini adalah RQ Scoping dipandang sebagai proses
abductive (induktif dan deduktif) yang berulang, bukan aktivitas sekali jadi.
Literatur bertindak sebagai “stakeholder” yang membantu peneliti menajamkan
RQ. digunkaannya prinsip Comparative
Thinking (mencari
persamaan/perbedaan dengan literatur untuk memvalidasi atau menantang asumsi).
FRAMEndeley mendukung kegiatan scoping dengan fitur seperti color-coding,
code-book, scoping canvas, query otomatis ke Scopus/Google Scholar, serta
integrasi dengan grup Mendeley untuk kolaborasi. Hasilnya adalah Mahasiswa
PhD merasa terbantu dalam menyusun RQ yang lebih fokus, transparan, dan dapat
ditelusuri.
4. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan pertanyaan penelitian (Research Question Scoping/RQ Scoping) adalah proses iteratif dan abductive. Pertanyaan penelitian tidak muncul sekaligus, tetapi berkembang melalui interaksi berulang dengan literatur dimana literatur berfungsi sebagai “mitra percakapan” (conversational partner) yang membantu peneliti menajamkan fokus. Pada penelitian ini mengusulkan metode Agile Literature Reviewing yang mengadopsi prinsip pengembangan agile untuk mendukung RQ Scoping dengan memperkenalkan konsep comparative thinking yang menunjukkan alat ini membantu menghasilkan RQ yang lebih terfokus, transparan, dan dapat ditelusuri.
5. Keterbatasan Penelitian
·
Studi evaluasi
masih kecil (3 peserta PhD)
·
Konteks terbatas
pada ESE, meskipun berpotensi untuk bidang lain.
·
Alat FRAMEndeley
masih berupa proof of concept, belum
diuji luas.
6. Novelty (Kebaruan)
Pada penelitian-penelitian sebelumnya
telah dilakukan penelitian-penelitian tentan cara merumuskan pertanyaan penelilitian,
seperti penelitian yang berjudul “Learning how to develop a research
question throughout the PhD process: training challenges, objectives, and
scaffolds drawn from doctoral programs for students and their supervisors”
Komentar
Posting Komentar