Pengumpulan Data Penelitian Kuantitaif melalui Tes, Quesioner, Wawancara, Observasi

Development and Validation of a Questionnaire to Measure Educational Agility : a psychometric assessment using exploratory factor analysis (Karimian & Chahartangi, 2024)



(Sumber : Klik Disini)

1.     Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi Questionnaire of Educational Agility (QEdu-Agility) untuk mengukur kapasitas institusi pendidikan (fokus mahasiswa) menyesuaikan diri terhadap perubahan (termasuk pembelajaran daring pasca-COVID).

 

 

2.     Metode Penelitian

Metode Penelitian survei ini bertujuan untuk memvalidasi QEdu-Agility. Sampel statistik terdiri dari 372 mahasiswa dari Universitas Kedokteran Shiraz di Iran, yang telah menyelesaikan setidaknya satu tahun akademik secara daring selama pandemi COVID-19 pada tahun 2022. Peserta dipilih menggunakan rumus Cochran. Kuesioner awal didasarkan pada tiga instrumen standar terkait kelincahan organisasi dan diadaptasi untuk konteks pendidikan. Setelah menetapkan validitas wajah dan isi, versi awal divalidasi oleh kelompok fokus lima ahli pendidikan, yang mencakup 30 item melalui lima dimensi: responsivitas, kecukupan, fleksibilitas, kecepatan, dan integritas, diukur pada skala Likert 5 poin.  Untuk mengonfirmasi validitas konstruk, kuesioner didistribusikan secara acak kepada mahasiswa melalui email. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Faktor Eksploratori (EFA) dengan rotasi varimax, menggunakan  perangkat lunak SPSS 24.

 

3.     Hasil

Hasil Validitas isi dikonfirmasi dengan Rasio Validitas Isi (CVR) = 0.847, Indeks Validitas Isi (CVI) = 0.877, dan keandalan dengan konsistensi internal dikonfirmasi dengan R = 0.944. Sub-komponen CVI untuk relevansi, kejelasan, dan kesederhanaan diperoleh masing-masing sebesar 0.867, 0.853, dan 0.847. Menurut EFA, kecukupan sampel dikonfirmasi dengan indeks Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) = 0.928 dan uji Bartlett yang signifikan (P < 0.001). Varians total yang dijelaskan oleh QEdu-Agility sekitar 60%. Komponen pertama responsivitas menyumbang 38,79% dari varian, diikuti oleh kecukupan (7,99%), fleksibilitas (5,17%), kecepatan (3,91%), dan integritas (3,57%) pada komponen berikutnya.

 

 

Kesimpulan

Kesimpulan Temuan validitas konstruk menunjukkan kesesuaian yang baik untuk QEdu-Agility. Mengingat konsep kelincahan sangat bergantung pada konteks, alat ini dapat diuji ulang untuk mengukur kelincahan pendidikan di organisasi  pendidikan, seperti universitas.

 

4.     Kelebihan Penelitian

·       prosedur pengembangan mengikuti praktik baik (panel ahli, EFA, KMO/Bartlett, CVR/CVI, Cronbach’s α); total variance ~59% dan KMO tinggi menunjukkan struktur faktor layak.

5.     Keterbatasan Penelitian

·       Tidak ada CFA/konfirmasi pada sampel independent

·       Tidak ada uji reliabilitas temporal (test–retest) atau uji konvergen/divergen terhadap konstruk terkait (mis. learning agility / organizational agility / course evaluation).

·       Sampel tunggal (medical students) membatasi generalisasi lintas disiplin/negara.

6.     Novelty (Kebaruan)

Keterbaruan dalam penelitian ini adalah konstruk yang berfokus pada educational/institutional agility (bukan sekadar individu atau evaluasi kursus), dengan integrasi konteks daring/pasca-COVID — ini adalah kontribusi konseptual utama. Namun klaim psychometric perlu diperkuat (CFA, test-retest, validitas konvergen/criterion) agar setara dengan best-practice yang terlihat pada studi perbandingan.Adapun perbadingan dengan artikel-artikel yang telah ada, yang mendukung artikel ini menjadi sebuah keterbaruan, ditampilkan dalam table berikut :

Judul Artikel

Tujuan / konstruk yang diukur

Metode pengembangan & validasi , reliabilitas

Sampel (N)

Hasil utama

Relevansi / bagaimana mendukung novelty QEdu-Agility

 Integrating probability and big non-probability samples data to produce Official Statistics(Bouland-van Dam et al., 2022)

Mengukur leadership learning agility (individu: kecenderungan belajar dari pengalaman sosial & menerapkannya).

Kombinasi deduktif & induktif; beberapa studi sampel; EFA dan langkah validasi lintas sampel; reliabilitas (α) dilaporkan; hubungan dengan trait lain diuji (konvergen).

Sampel multikonteks: beberapa sampel gabungan (total N besar; mis. N≈907 untuk pengembangan awal).

LLAS 18-item; dimensi: Developing Leadership, Seeking Feedback, Developing Systematically; reliabilitas & validitas konvergen memadai.

Menyediakan konstruksi terkait (learning agility) yang dapat dijadikan pembanding konvergen untuk QEdu-Agility. Namun LLAS fokus pada leadership/individu, bukan institusi pendidikan sehingga memberi ruang kebaruan bagi QEdu-Agility yang berfokus pada organisational/educational capacity.

Development and validation of the EDUcational Course Assessment TOOLkit (EDUCATOOL) – a 12-item questionnaire for evaluation of training and learning programmes

(Matolić et al., 2023)

Mengukur evaluasi kursus/efektivitas pelatihan (Kirkpatrick: reaction, learning, behaviour, outcomes).

Item generation → EFA/CFA dilaporkan (CFA fit indices CFI ≈0.99, RMSEA ≈0.05); internal consistency & test–retest dilaporkan.

Sampel peserta pelatihan/kursus (multi-sample; ukuran respons memadai; digunakan di konteks kursus).

12 item; struktur faktor konfirmatori kuat; reliabilitas & uji ulang baik.

Menunjukkan pendekatan kuat pada pengukuran aspek pendidikan (evaluasi kursus) dengan CFA dan test–retest  sebagai pembanding, QEdu-Agility juga perlu CFA & test–retest untuk menguatkan klaim. EDUCATOOL berbeda fokus (evaluasi course) sehingga QEdu-Agility tetap novel pada konstruk agility institusional.

Agile School Scale: Validity and Reliability Study*

(Taktak & Özgenel, n.d.)

Mengukur school/organizational agility kemampuan sekolah beradaptasi terhadap perubahan teknologi & info.

Pengembangan item dengan  EFA; N awal 437 (draft 55 item  faktor terpilih); reliabilitas dilaporkan.

N = 400+ responden (guru/administrator/sekolah) — konteks K–12 / sekolah.

Menemukan struktur faktor relevan untuk agility sekolah; reliabilitas memadai.

Studi ini mendekati organisational educational agility tetapi sering berfokus pada level sekolah/kepemimpinan; QEdu-Agility menambahkan fokus pada pengalaman mahasiswa dan integrasi konteks daring vs luring  memberikan nilai tambah / niche.

 

Daftar Rujukan

Bouland-van Dam, S. I. M., Oostrom, J. K., & Jansen, P. G. W. (2022). Development and validation of the leadership learning agility scale. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.991299

Karimian, Z., & Chahartangi, F. (2024). Development and validation of a questionnaire to measure educational agility: a psychometric assessment using exploratory factor analysis. BMC Medical Education, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12909-024-06307-z

Matolić, T., Jurakić, D., Greblo Jurakić, Z., Maršić, T., & Pedišić, Ž. (2023). Development and validation of the EDUcational Course Assessment TOOLkit (EDUCATOOL) – a 12-item questionnaire for evaluation of training and learning programmes. Frontiers in Education, 8. https://doi.org/10.3389/feduc.2023.1314584

Taktak, M., & Özgenel, M. (n.d.). Agile School Scale: Validity and Reliability Study*. International Journal of Educational Administration and Leadership: Theory and Practice, 2023(2), 97–112. https://doi.org/10.52380/ijedal.2023.2.2.21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis/Review Kritis Substansi Artikel tentang Positivisme dan Post-positivisme, beserta Karakteristiknya

Statistik 1. Cek data, validitas, reliabilitas, dan asumsi

Penelitian KUANTITATIF eksperimental: Sejarah, karakteristik, ancaman validitas, dan tahapan penelitian