Statistik 8: Analisis Varian (uji prasyarat, MANCOVA, dan non parametrik yang relevan)
Dhinar Asri Intantri/250321803853
The Effect of Project-based Learning Model and Online Learning Settings on Analytical Skills of Discovery Learning, Interactive Demonstrations, and Inquiry Lessons
( Sumber: Klik Disini)
1. Tujuan
Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis:
1. Pengaruh
model Project-based Learning (PjBL) terhadap kemampuan analitis mahasiswa pada
tiga level inquiry—Discovery Learning (DL), Interactive Demonstration (ID), dan
Inquiry Lessons (IL).
2. Pengaruh
perbedaan online learning settings
(synchronous, asynchronous, dan mixed) terhadap kemampuan analitis DL, ID, dan
IL.
3. Interaksi
antara model pembelajaran dan online learning
settings terhadap kemampuan analitis setelah dikontrol dengan IQ
mahasiswa.
4. Metode
Penelitian
2. Metodologi
Penelitian
Penelitian menggunakan post-test only control group
experimental design.
1. Sampel:
36 calon guru sekolah dasar, dibagi menjadi kelompok eksperimen (PjBL) dan
kontrol (PBL).
2. Tiga
online learning settings: synchronous,
asynchronous, mixed.
3. Instrumen:
Tes analisis level inquiry (DL, ID, IL) yang telah divalidasi dan reliabel.
4. Analisis
data: Two-way
MANCOVA dengan satu kovariat (IQ).
5. Hasil
Penelitian
3. Hasil
Penelitian
Beberapa
temuan utama yang diperoleh:
·
Model
PjBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan analitis DL, ID,
dan IL.
·
Online
learning setting juga berpengaruh signifikan; mixed learning
(kombinasi sinkron–asinkron) paling efektif.
·
Tidak
terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan online learning setting.
· Synchronous efektif untuk interaksi, asynchronous dinilai kurang, sedangkan mixed paling optimal dari sisi kemampuan analitis dan efisiensi internet.
4. Kelebihan
Penelitian
·
Menggunakan desain eksperimen yang kuat
(post-test only control group).
·
Mengintegrasikan faktor IQ sebagai kovariat,
sehingga hasil lebih akurat.
·
Menyediakan deskripsi rinci tentang tahapan
Level of Inquiry (DL, ID, IL).
·
Memberikan rekomendasi praktis terkait penerapan
PjBL dalam pembelajaran online.
· Instrumen analisis telah divalidasi oleh ahli dan reliabel.
5. Keterbatasan
Penelitian
·
Jumlah sampel relatif kecil (36 peserta),
sehingga generalisasi terbatas.
·
Hanya dilakukan pada satu universitas di
Indonesia, sehingga variasi konteks rendah.
·
Tidak dijelaskan secara mendalam kualitas
implementasi setiap online setting pada
sisi pedagogis.
·
Tidak dianalisis pengaruh spesifik setiap
tahapan inquiry secara terpisah menggunakan analisis univariat lanjutan..
6. Novelty
Kebaruan
utama penelitian ini adalah:
·
Mengkaji secara
simultan pengaruh PjBL dan online
learning settings terhadap kemampuan analitis pada tiga level inquiry (DL,
ID, IL).
·
Mengintegrasikan variabel IQ sebagai kovariat,
yang jarang digunakan dalam penelitian pembelajaran sains berbasis inquiry.
·
Menjelaskan efektivitas kombinasi pembelajaran
daring sinkron–asinkron dalam konteks PjBL pada calon guru sekolah dasar.
Penelitian Sebelumnya
|
No |
Peneliti
& Tahun |
Fokus
Penelitian |
Temuan
Utama |
Kelemahan
Penelitian Sebelumnya |
|
1 |
(Atmojo et al., 2017) |
Profil
kemampuan menganalisis model Levels of Inquiry pada calon guru SD |
Calon
guru SD memiliki kemampuan analisis LoI (DL, ID, IL) yang masih rendah
sehingga perlu intervensi model pembelajaran. |
Tidak
melibatkan perlakuan model pembelajaran tertentu dan tidak meninjau konteks
pembelajaran online. |
|
2 |
(Yulianti et al., 2018) |
Pengaruh
Inquiry-Based Interactive Demonstration terhadap Higher Order
Thinking Skills |
Model
ID terbukti lebih baik daripada Discovery Learning dalam meningkatkan
kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. |
Tidak
memasukkan kondisi pembelajaran daring dan tidak mengukur kemampuan analitis
level inquiry secara komprehensif. |
|
3 |
(Nafingah et al., 2020) |
Pengaruh
LoI khususnya ID terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran online |
LoI–Interactive
Demonstration meningkatkan kemampuan klarifikasi, inferensi, dan strategi
berpikir kritis dalam pembelajaran daring. |
Tidak
membandingkan online learning settings (synchronous, asynchronous,
mixed) dan tidak menganalisis kemampuan DL, ID, IL secara simultan. |
Daftar
Referensi
Atmojo, I. R. W., Sajidan, S., Sunarno, W., & Ashadi, A.
(2017). Profil Kemampuan Menganalisis Model Pembelajaran Level of Inquiry untuk
Membelajarkan Materi Ipa Berbasis Hots Pada Calon Guru Sekolah Dasar. In
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains), 162–166.
https://www.semanticscholar.org/paper/PROFIL-KEMAMPUAN-MENGANALISIS-MODEL-PEMBELAJARAN-OF-Atmojo-Sajidan/0529c788de428d6559c3cc9e7d204e337c5af034
Nafingah, S., Rokhimawan, M. A., & Mustadi, A. (2020). Levels of
Inquiry-Interactive Demonstration : Its Effect on Students ’ Critical Thinking
Ability in Online Learning with the Topic of Waves and Sounds. Jurnal
Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Fisika, 6(2), 255–266.
https://doi.org/doi.org/10.21009/1.06212
Syawaludin, A., Prasetyo, Z. K., Safruddin, C., & Jabar, A. (2022).
The Effect of Project-based Learning Model and Online Learning Settings on
Analytical Skills of Discovery Learning , Interactive Demonstrations , and
Inquiry Lessons. Journal of Turkish Science Education, 19(2), 608–621.
https://doi.org/10.36681/tused.2022.140
Yulianti, E., Yunida, I., & Husna, A. (2018). The Role of
Inquiry-Based Interactive Demonstration Learning Model on VIII Grade Students ’
Higher Order Thinking Skill. Journal of Science Education Research, 2(1),
35–38. https://doi.org/e-ISSN: 2597-9701
Komentar
Posting Komentar